Rabu, 29 Juni 2016

KNPI Kalsel Terancam di Tertibkan

Foto : PEGANG MANDAT – Pengurus DPC KNPI Kota Banjarmasin, Norasya Verdiana (kanan) mendapatkan mandat dari Ketua Umum DPP KNPI Pusat, Fahd A Rafiq, untuk menertibkan DPD KNPI Kalsel.


HABAR BANUA – BANJARMASIN. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Jakarta, Juni akhirnya memberikan dampak yang hebat bagi organisasi KNPI di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Bahkan hasil Rakernas II KNPI tersebut menghasilkan keputusan bahwa KNPI Pusat kini diketuai oleh Fahd A Rafiq. Kepemimpinan Fahd tersebut diakui oleh Surat Keputusan Menteri Kehukuman dan Hak Asasi Manusia (SK Menkumham) RI Nomor AHU-0012488.AH.01.07 Tahun 2016 tertanggal 2 Februari 2016.

Melalui SK Menkumham RI tersebut menggeser posisi Rivai Darus sebagai Ketua KNPI Pusat. Buntutnya, KNPI daerah yang dikukuhkan Rivai Darus juga harus segera ditertibkan, termasuk DPD KNPI Kalsel.

Bahkan Surat Keputusan (SK) untuk melakukan penertiban DPD KNPI Kalsel sekaligus penunjukkan sebagai caretaker di Kalsel diserahkan langsung oleh Fahd kepada Norasya Verdiana, salah satu pengurus DPC KNPI Kota Banjarmasin, 

“Saya dapat mandat dari Ketua Umum KNPI Pusat, Fahd A Rafiq untuk menertibkan DPD KNPI Kalsel. Tentunya mandat ini akan saya laksanakan dengan sebaik-baiknya, dan kepada pengurus DPD KNPI Kalsel periode saat ini agar berlapang dada,” ungkap wanita yang akrab disapa Vera ini kala menggelar jumpa pers di Hotel Banjarmasin Internasional, Rabu (29/6).

Vera yang dikenal Master Nasional Wanita, menjelaskan perincian tugas penertiban DPD KNPI Kalsel tersebut dimulainya dengan melakukan pengosongan dan pengambilalihan Gedung Sekretariat DPD KNPI Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat.

“Sebagai caretaker, saya berikan waktu 2×24 jam dari sekarang agar sekretariat DPD KNPI Kalsel dikosongkan. Demikian juga dengan segala aktivitas DPD KNPI Kalsel saat ini untuk dihentikan sementara waktu,” tegas Vera.

Ditanya bagaimana apabila  timbul gejolak atau penolakan terhadap tugasnya sebagai caretaker DPD KNPI di Kalsel, Vera punya jawaban sendiri. “Silakan mengajukan protes ke DPP KNPI Pusat di Jakarta. Mohon maaf dan dimaklumi, saya hanya menjalankan mandat sebagai caretaker yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPP KNPI Pusat,” katanya.

Di sisi lain, sebagai tindak lanjut, Vera juga diamanahi oleh Fahd untuk menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) KNPI Kalsel. Tujuannya, untuk memilih calon ketua dan susunan kepengurusan baru DPD KNPI Kalsel.

“Jadi tidak menutup kemungkinan bagi angggota KNPI Kalsel, anggota OKP, anggota ORMAS dan LSM di Kalsel mengajukan diri menjadi calon Ketua Umum DPD KNPI Kalsel. Silakan saja, siapapun boleh mencalonkan diri. Agenda Musdalub ini akan kami laksanakan usai Lebaran,” tegasnya.

Ketua Umum DPD KNPI Kalsel, Hasan Ismail ketika dikonfirmasi via telepon selulernya terkait informasi tersebut justru berkelakar. “Selamat atas berdirinya organisasi baru dan tidak ada dualisme di tubuh KNPI Kalsel,” katanya singkat.(GT)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar