Rabu, 25 Mei 2016

Korupsi Uang Negara Ratusan Juta Rupiah, Cuma Divonis 12 Bulan Penjara

Habar Banua – Banjarmasin. Terbukti bersalah dalam perkara korupsi dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes),  dua mantan Dirut BUMDes Simpang Empat, Kabupaten Banjar dijatuhi hukuman masing-masing selama 12 bulan.

Mulyadi (52) dan Sentot Agus (57) dinilai hakim Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Afandi,  telah melanggar pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah pada UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP.

Selain itu, mereka masing-masing dikenakan sanksi membayar denda sebesar Rp 50 juta, apabila tidak dapat membayar dapat diganti dengan kurungan selama dua bulan penjara.

Menariknya,  meskipun hakim memberikan waktu untuk berfikir, baik Mulyadi yang pernah menjabat sebagai Camat itu maupun Sentot langsung menerima hasil keputusan majelis hakim.  “Menerima,” kata keduanya.

Penasehat hukum mereka, Abdul Hamid SH MH dan rekan,  usai sidang mengatakan, hakim sudah memberikan hukuman yang rendah bagi kedua klinnya dan pihaknya menerima. Berbeda dengan penuntut umum yang masih menyatakan pikir-pikir. “Kita terima hukuman yang diberikan majelis hakim,  kalau jaksa pikir-pikir itu hak dia,” kata Alumnus Magister Hukum UNISMA – Malang ini kepada wartawan HABAR BANUA.

Kedua mantan Dirut BUMDes Desa Simpang Empat ini sampai dimeja hijaukan berawal dana BUMDes bersumber dari APBD tahun 2008-2012 yang seharusnya dialokasikan untuk kepentingan pelayanan desa,  tapi malah dipergunakan untuk kepentingan pribadi.

Para terdakwa merupakan pengembangan dari fakta-fakta persidangan sebelumnya yang menyeret dua tersangka Buchori dan Nanang Kurniawan yang sudah divonis oleh Pengadilan Tipikor Banjarmasin.

Buchori dan Nanang  diseret karena diduga telah melakukan penyelewengan dana BUMDes yang nilainya mencapai Rp154.342.162. Dari nilai itu, Bukhari ada mengembalikan sebesar Rp30.659.000,  sedangkan Kurnia hanya mengembalikan sebesar Rp 4 juta.

Aktivis anti korupsi Kalimantan Selatan, Aspihani Ideris angkat bicara dalam hasil putusan hakim Pengadilan Tipikor Banjarmasin terhadap Mulyadi dan Sentot Agus, menurutnya bahwa hakim Pengadilan Tipikor Banjarmasin memutuskan vonis 12 bulan penjara kepada pelaku korupsi korupsi dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Simpang Empat, Kabupaten Banjar ini sangat tergesa-gesa alias terkesan terburu-buru dan adanya dugaan permainan mata, ujarnya.

“Saya rasa hakim yang memutuskan vonis 12 bulan penjara kepada kedua pelaku korupsi korupsi dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Simpang Empat, Kabupaten Banjar ini sangat tergesa-gesa alias terkesan terburu-buru dan adanya dugaan permainan mata”. ujar Direktur Eksekutif Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan (LEKEM Kalimantan). 
Kalau kita melihat kacamata hukum terdakwa wajar saja di jerat pasal 3 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah pada UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 55 Ayat 1 Ke 1 KUHP, namun pelaku harus ditambah lagi dengan dengan pasal 12 huruf b ayat 1 dan 2 UU RI No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah menjadi UU No.20 Tahun 2011 tentang permasalahan  Pemberantasan Korupsi, jo pasal 64 KUHP yaitu tentang melakukan pidana berlanjut dengan minimal 5 tahun penjara, ujarnya

Hal ini supaya hakim benar-benar bertindak propesional dalam memilah jeratan pasal agar para pelaku berefek jera serta menjadikan pelajaran berharga bagi kedepannya, pungkas aktivis senior ini kepada wartawan HABAR BANUA. (TIM)

Jumat, 20 Mei 2016

Aparat Gabungan Kandangan Tilang Tronton Pengangkut Semen PT. Conch

 
 
Untuk sementara kendaraan pelanggar ditahan di terminal bis Kandangan, 
bila sudah bayar denda tilang di Pengadilan Negeri Kandangan baru dilepas

HABAR BANUA - KANDANGAN. Aparat Gabungan dari Satlantas Polres HSS, POM TNI, dan Kodim 1003 Kandangan serta Dinas Perhubungan Hulu Sungai Selatan menilang tiga unit tronton yang melebihi muatan atau tonase, Jum`at (21/5) Pukul 21.30 Wita.

Kapolres HSS AKBP Sukendar Eka Restiyan Putra Melalui Kasubag Humas IPTU Agus Wonartono menjelaskan tiga  unit mobil tronton yang melebihi tonase ini  merupakan armada Mitra  pengangkut semen PT. Conch yang melintas di jalan negara.

Penilangan ini terkait dengan Giat Operasi Patuh 2016 yang dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres HSS AKP. Sabilal Mahmud, berhasil menindak tilang sebanyak 15 pelanggar diantaranya 3 unit trontong tersebut.

"Untuk sementara kendaraan pelanggar ditahan di terminal bis Kandangan,  bila sudah bayar denda tilang di Pengadilan Negeri Kandangan baru dilepas",ujarnya.

Sementara warga setempat, Fahmi menuturkan tindakan tegas terhadap armada pengakut barang yang melebihi tonase memang perlu, karena merusak  jalan yang menjadi fasilitas umum.

"Apalagi jalan nasional, sangat berbahaya bisa rusk parah dan membahayakan pengguna jalan lainnya," katanya.

Keluhan jalan nasional rusak parah juga disampaikan Aliansi Masyarkat Gabungan di Balangan baik dari komunitas jurnalis, komunitas motor, Pecinta Bola, tokoh masyarakat, Jum'at (20/5) yang menggelar orasi dan galangan dukungan tanda tangan penolakan angkutan semen perusak jalan.

Koordinator aksi Ruly Supriyadi mengatakan aksi pada awalnya hanya diikuti oleh puluhan orang namun kemudian setelah longmarch ke pasar paringin mendapatkan perhatian luas masyarakat luas baik kalangan tokoh dan pemuda setempat, aksi penolakan armada perusak jalan berjalan lancar selama dua jalan dibawah pengawalan Polres Balangan. (TIM)

Jumat, 13 Mei 2016

Polisi Ringkus Pelaku Pengeroyokan dan Pembunuhan



Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Arief Prasetya S.ik (jaket biru) didampingi Wakasat Reskrim AKP Sony L Gaol saat melihat kedua korban pengeroyokan yang mengakibat satu korban meninggal dunia.

HABAR BANUA - BANJARMASIN. Selama empat jam tim gabungan dari Unit Jatanras Polresta Banjarmasin dan Unit Reskrim Polsekta Banjarmasin Tengah dipimpin AKP Arief Prasetya SIk berhasil meringkus tiga pelaku pembunuhan di kota ini.

"Berkat kegesitan dan kerja sama anggota di lapangan dalam melakukan penyelidikan akhirnya dalam waktu empat jam para pelaku pengeroyokan dan pembunuhan itu dapat kami ringkus semua," kata Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin Arief Prasetya, di Banjarmasin, Jumat.

Kejadian pengeroyokan dan pembunuhan itu pada Jumat (13/5) dini hari sekitar pukul 01.30 WITA di Jalan Sudirman Banjarmasin Tengah, tepatnya di depan kedai Shisha Haikal.

Dalam kejadian itu, ada dua korban di antaranya M Noor (26) warga Jalan Pembangunan 2 meninggal dunia karena mengalami luka tusuk di jantung. Sedangkan M Saini (25) warga Jalan Alalak Selatan mengalami luka tusuk di punggung.

"Usai peristiwa tersebut kedua korban langsung dievakuasi warga setempat ke RS Ulin Banjarmasin, namun M Noor telah meninggal dunia karena luka tusuk serius di bagian jantung," ujar mantan Kanit Resmob Polda Kalsel itu pula.

Perwira muda itu menambahkan, dari hasil penyelidikan pelaku berjumlah tiga orang dan diketahui salah satunya merupakan seorang pengamen bernama Andi dengan badan penuh tato dan baru saja keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Teluk Dalam Banjarmasin.

Tim gabungan langsung menyebar dan mencari keberadaan pelaku utama pemilik nama lengkap Andi Juanda Saputra (23) pengamen yang mengamuk membabi buta di tempat kejadian hingga salah satu korban tewas akibat perbuatannya.

Hasil penyelidikan, akhirnya pada Jumat pagi sekitar pukul 05.30 WITA, tim gabungan meringkus Renaldi (22) warga Jalan Sungai Andai kompleks Purnama Permai 2 Kecamatan Banjarmasin Utara.

Pelaku Renaldi ditangkap oleh tim gabungan di rumah saat beristirahat, dan dari hasil interograsi, dirinya mengaku ikut menusuk salah satu korban menggunakan pisau di bagian punggung.

Kemudian polisi kembali melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku lainnya, dan berhasil meringkus Andi Juanda Saputra (23) warga Jalan Masjid Jami 1 Kecamatan Banjarmasin Utara.

Andi diringkus di Jalan Batu Benawa Kecamatan Banjarmasin Tengah, dan dirinya mengaku telah membacok korban sebanyak dua kali.

Selanjutnya, polisi juga meringkus pelaku Haris AB Neno (24) warga Jalan Padat Karya kompleks Purnama Permai 2 Banjarmasin Utara, pelaku tersebut ditangkap di rumahnya.

Berdasarkan hasil interograsi, Haris mengaku hanya membonceng kedua pelaku Renaldi dan Andi setelah terjadi pengeroyokan dan pembunuhan itu.

"Ketiga pelaku kami tangkap tanpa ada perlawanan sedikit pun dan nampak pasrah, sehingga anggota di lapangan tidak perlu mengeluarkan tindakan tegas," ujarnya lagi.

Pria lulusan Akpol angkatan 2005 itu mengatakan, ketiga pelaku Renaldi, Andi, dan Haris saat ini sedang dalam pemeriksaan pihak kepolisian untuk proses hukum lebih lanjut.

Hasil penyidikan sementara para pelaku tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan di sel Polsekta Banjarmasin Tengah.

"Semua tersangka kami jerat pasal 170 ayat 3 KUHP tentang pengeroyokan mengakibatkan orang lain meninggal dunia dan diancam hukuman 12 tahun penjara," kata pria yang baru saja menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin itu pula. (TIM)

Selasa, 10 Mei 2016

PLN JANJIKAN RAMADHAN TIDAK ADA PEMADAMAN




Djoko Rahardjo Abumanan menututurkan bahwa saya berjanji Insya Allah di bulan Ramadhan ini tidak ada lagi pemadaman aliran listrik diwilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah…!!!

 HABAR BANUA - JAKARTA. Perwakilan LSM-LSM Kalimantan, Persatuan LSM Kalimantan, Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan (LEKEM KALIMANTAN), Koalisi Lintas LSM Kalsel dan LSM Lembaga Pemerhati Masyarakat (LEMPEMA) yang kesemuanya dibawah koordinator Aliansi Jaringan Anak Kalimantan (AJAK) menepati janjinya diketika melakukan AKSI DEMO besar-besaran di halaman kantor PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah di Banjarbaru (Rabu 13 April 2016) akhirnya mendatangi Kementerian ESDM di Jakarta dan meminta adanya langkah nyata dari pemerintah dalam mengatasi kekurangan listrik yang menyebabkan sering terjadinya Pemadaman di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Senin, 9 Mei 2016).

Sejak kemaren Lembaga Swadaya Masyarakat yang dimotori oleh Aliansi Jaringan Anak Kalimantan (AJAK) melakukan pertemuan dengan pihak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan PLN Pusat di Jakarta. Kedatangan mereka ini diterima langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Direktorat Jenderal Ketenaga Listrikan Agus Bakgianto bersama jajaran manager.

Dalam pertemuan tersebut dibicarakan tentang upaya meningkatkan pasokan energi listrik di Kalimantan Selatan dan Tengah untuk mengatasi seringnya terjadi pemadaman bergilir akibat kekurangan daya listrik untuk jutaan pelanggan di dua Provinsi tersebut dan Insya Allah kita akan medapatkan tambahan daya untuk cadangan sampai 2019 sebanyak 792 Mega Watt. Hal ini perlu kita kawal bersama dengan maksimal agar Kalsel khususnya tidak kecolongan lagi, dan jika para anggota legeslatif se Kalsel-Teng maupun para Kepala Daerahnya berkenan membantu kita dalam perjuangan melawan KADAP ini, hal ini merupaka sebuah kekuatan yang tidak bisa dibendung oleh pihak PLN dan Insya Allah misi kita akan terpenuhi, tuturnya.

"Ini merupakan usaha dan perjuangan serta kewajiban kita semua sebagai aktivis dan para legeslatif untuk mendesak Pemerintah dan PLN memberikan pelayanan yang lebih baik bagi rakyat di Kalimatan Selatan dan Kalimantan Tengah, khususnya masalah ketersediaan energi listrik," kata Ketua Umum Aliansi Jaringan Anak Kalimantan "AJAK", Aspihani Ideris, Selasa (10/5/2016) kepada wartawan HABAR BANUA.

“Jika para wakil borneo tidak peduli masalah kelistrikan di Kalsel, maka kitalah sebagai aktivis berkewajiban memperjuangkannya dan seharusnya yang paling berkewajiban memperjuangkan Melawan KADAP ini pihak Legeslatif Pusat seperti anggota DPD RI dan DPR RI wakil dari Kalsel, namun mereka terkesan malu-malu berjuang untuk warga BANUA ini", ujar aktivis yang gentol mendemo ini.

Menurutnya Pihak dari Kementerian ESDM bersedia memperbaiki ketersediaan energi listrik di Kalimantan Selatan dan Tengah diantaranya dengan segera segera mengoperasikan Pembangkit listrik yang telah dibangun di Pulang Pisau dan Bangkanai (Muara Tewe) serta perbaikan PLTU Asam Asam.

"Kami meminta pembangkit listrik yang masih dalam proses pembangunan di Pulang Pisau dan Bangkanai (Muara Tewe) Kalteng harus selesai pada September 2016 ini dan sesegeranya serah terima ke pihak PLN agar kelistrikan kita jangan sering Mati lagi." ujar Alumnus Magister Hukum UNISMA ini.

Perbaikan pasokan dan ketersedian energi listrik tersebut jelas Aspihani Ideris diharapkan tidak lagi menimbulkan pemadaman bergilir di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, dan terlebih lagi dalam menghadapi Bulan Suci Ramadhan (bulan Puasa), karena di bulan Ramadhan tersebut ummat Muslim sedang melakukan ibadah puasa serta ibadah-ibadah keagamaan lainnya, terutama dimalam harinya, ujarnya.

Senada dengan Fahmi Anshari Direktur PERSATUAN LSM KALIMANTAN, mengatakan bahwa pihak PLN perlunya pembenahan kelistrikan di Kalsel agar tidak terjadi lagi byarpet (pemadaman), ujarnya.

Menurut Fahmi Anshari bahwa kami sudah mengirimkan surat ke Presiden RI yang isinya berkaitan agar kelistrikan di Kalsel-Teng benar-benar bisa berjalan dengan maksimal, pungkasnya.

Ditegaskannya bahwa jika pihak kementerian ESDM dan PLN tidak menepati janjinya untuk datang ke Banjarmasin guna membuat suatu pernyataan tertulis sebagai bentuk pertanggung jawaban ke publik, maka kami akan melakukan penekanan kembali, karena ini merupakan janji moral instansi publik pihak Kementerian ESDM dan PLN mau datang ke Banjarmasin dan membuat satu pernyataan kepada publik untuk tidak lagi byarpet, tutupnya.

Direktur Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan (LEKEM KALIMANTAN) Ahmad Yani juga menegaskan dalam pertemuan antara pihak LSM Kalsel dan Kementerian ESDM dan PLN Pusat, bahwa pihaknya telah meminta secara tertulis agar Kelistrikan di Kalsel-Teng kepada pihak PLN Pusat dan Kementerian ESDM tidak melakukan sering pamadaman lagi, terkecuali yang bersifat emergency.

Jikalau ternya pernyataan tertulis itu tidak bisa dilaksanakan, maka kami meminta pihak PLN menyampaikannya secara langsung ke masyarakat Banua lewat media publik sebagai bentuk tanggung jawab moral perjuangan kawan-kawan aktivis Kalimantan terhadap masyarakat banua, kata Ahmad Yani dengan nada keras ketika dihubungi via telpon oleh awak media HABAR BANUA.

Senada dengan Fahmi Anshari, ditegaskannya bahwa kami sudah mendapatkan jawaban secara tegas dan positif oleh pihak Kementerian ESDM dan PLN bahwa mereka berjanji akan datang di minggu kedua bulan Juni 2016 ini, ujar Yani.

"Mereka datang dalam bentuk kegiatan seminar yang juga mudah-mudahan dihadiri stakeholder di Kalsel maupun dari Kalteng, karena disana mereka akan memberikan semua jawaban tentang kelistrikan di banua," ujar Direktur LEKEM Kalimantan ini.

Direktur Eksekutif Koalisi Lintas LSM Kalsel juga menambahkan dan membeberkan hasil dalam pertemuan pihaknya di Kementerian ESDM kemaren (9/5) bahwa kami berharap pihak Kementerian ESDM dan PLN membuat pernyataan secara tertulis agar kelistrikan di Kalsel-Teng benar-benar ada jaminan dalam waktu secepatnya tidak byarpet lagi, apa bila pernyataan secara tertulis tidak bisa di lakukan secara langsung, maka kami meminta pihak PLN mengadakan seminar tentang Kelistrikan dengan menghadirkan Nara Sumber DIRUT PLN (Persero) dan Menteri ESDM RI serta mengundang semua tekholder Eksekutif, Legeslatif, Yudikatif dan lain-lainnya di Kalsel, yang mana pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan dalam waktu paling tidak di minggu kedua dibulan Juni 2016 ini sekaliguas buka puasa bersama di Banjarmasin, dan ini diresfon positif oleh pihak ESDM dan PLN, ujarnya.

Menurut Fauzi kegiatan ini supaya bentuk perjuangan kawan-kawan aktivis LSM di Kalsel terlihat nyata, karena disaat Seminar itu dilaksanakan maka masyarakat bisa mempertanyatakan semua permasalahan kelistrikan dan juga untuk memperjelas tentang kelistrikan di Kalsel. Tegasnya.

Menurut Fauzi lanjutnya, hasil dari pertemuan antara para perwakilan LSM di banua yang hadir disaat itu dengan pihak kementerian ESDM dan PLN, Insya Allah di bulan puasa listrik tidak padam lagi, terkecuali yang bersifat emergence, dan bisa dipastikan di September 2016 listrik akan berjalan normal seperti yang ditunggu-tunggu masyarakat banua, bebernya.

Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN (Persero) Djoko Rahardjo Abumanan mengungkapkan didepan kawan-kawan perwakilan LSM-LSM Kalimantan, sering terjadinya pemadaman aliran listrik secara bergilir di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah disebabkan karena kerusakan beberapa pembangkit listrik, dan perbaikannya akan selesai dalam waktu dekat ini, ujarnya .

“Lebih lanjut Djoko Rahardjo Abumanan menututurkan bahwa saya berjanji Insya Allah di bulan Ramadhan ini tidak ada lagi pemadaman aliran listrik diwilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah” , ucapnya dihadapan para perwakilan LSM Kalimantan yang menemuinya di kantor Pusat PT PLN (persero) jalan Trunojoyo Jakarta Selatan Jum`at (29/4).

Disinggung mengenai Konpensasi terhadap masyarakat yang mengalami pemadaman aliran listrik di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN (Persero) Djoko Rahardjo Abumanan menegaskan Kompensasi tersebut harus dibayarkan sebesar 20 persen selama dua bulan, untuk pelanggan pasca bayar bisa mendapat potongan sebesar 20 persen , dari biaya beban untuk bulan berikutnya, bebernya.   

Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Direktorat Jenderal Ketenaga Listrikan Agus Bakgianto dihadapan jajaran manager dalam pertemuan bersama perwakilan LSM Kalsel di kantornya Jalan HR Rasuna Said blok X2 kav 7-8 kuningan mengatakan Insya Allah ada tambahan daya untuk cadangan sampai 2019 sebanyak 792 Mega Watt. Hal itu diambil dari 35.000 Mega Watt yang dicanangkan, Ujarnya.

Dan dengan penambahan daya tersebut dari sekitar 13÷ persen menurut Agus, masyarakat yang belum mendapatkan sambungan listrik Insya Allah di targetkan pada September 2016 sudah bisa terpenuhi. ucapnya.

Mengenai permintaan kawan-kawan LSM dari Kalimantan yang meminta jaminan terkait tidak ada lagi pemadaman listrik sejak bulan Juni 2016 ini di Kalsel dan Kalteng itu merupakan bentuk pernyataan secara lisan yang dikeluarkan oleh Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN (Persero) Djoko Abumanan, seharusnya yang bersangkutan hadir dalam pertemuan ini agar bisa mempertanggung jawabkan pertanyaannya, akan tetapi faktanya beliau sedang keluar luar negeri (LAUS), jadi saran saya menurut Agus anda-anda sekalian para perwakilan LSM Kalimantan datang kembali dan menemui langsung yang bersangkutan untuk itu, akan tetapi kalian bisa saja minta pernyataan secara tertulis dengan General Manager PLN Wil. Kalsel-Teng bapak Purnomo, karena yang bersangkutan merupakan bawahan langsung bapak Djoko Abumanan selaku Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN (Persero), pungkasnya.

Genaral Manager PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, Purnomo menyampaikan by phone 081199332... siang tadi, bahwa pihaknya akan kerja keras untuk memperbaiki sistem kelistrikan di Kalsel dan Kalteng, janjinya.

Menurut Purnomo, bahwa kerja keras untuk kelistrikan ini merupakan tugas dan kewajibannya sebagai GM di Kalsel & Kalteng, karena juga melihat aspirasi dan antosiasme dari masyarakat termasuk rekan-rekan aktivis LSM dibawah komando Aliansi Jaringan Anak Kalimantan (AJAK) yang memberikan motivasi kami untuk perbaikan kelistrikan di Kalsel dan Kalteng.

"Mereka para aktivis yang benar-benar peduli dengan kelistrikan di Kalsel dan Kalteng, dan Insya Allah kami dalam waktu dekat akan membuat seminar besar tentang kelistrikan Kalsel & Kalteng kedepan dengan narasumber ESDM, PLN Pusat, BKPM, akademisi/Pakar, investor dan juga tentunya Pemerintah Daerah dengan keynote speech sesuai permintaan kawan-kawan LSM". Ujarnya kepada Banua NEWS.

Kami mengharapkan Gubernur mengundang seluruh stakeholder dan juga kedatangan kawan-kawan LSM harapan kami, karena nanti disitu juga para pihak bisa bicara langsung ke seluruh narasumber. pungkasnya.

Lebih lanjut Purnomo menututurkan, terkait pernyataan Direktur Bisnis Regional Kalimantan PT PLN (Persero) Djoko Rahardjo Abumanan yang mengatakan bulan Juni atau bulan Ramadhan (Puasa) tidak ada pemadaman lagi di Kalsel terkecuali yang bersifat emergency, sebetulnya itu juga merupakan dari laporan saya sendiri ke Derektur, mengenai permintaan pihak LSM Aliansi Jaringan Anak Kalimantan (AJAK) untuk hal tersebut di publikasikan kemasyarakat banua, hal tersebut sudah kami publikasikan kebeberapa media publik termasuk ke media BORGOL ini. tuturnya

Ditegaskannya bahwa jika LSM Aliansi Jaringan Anak Kalimantan (AJAK) meminta pernyataan secara tertulis terhadap Direktur terkait pernyataan tersebut, saya rasa tidak tepat ataupun tidak relevan, karena itu sifatnya operasional urusan saya sendiri sebagai General Manager dan Direktur hanya sifatnya kebijakan, dan Insya Allah semua janji yag di ucapkan derektur itu akan terpenuhi karena itu juga merupakan bagian dari penyataan saya sendiri, tutup Purnomo. (GT.S / TIM)

Jumat, 06 Mei 2016

AKTIFIS KALSEL TUTUP USIA USAI PERJUANGKAN WARGA MELAWAN KADAP

Foto Kenangan Almarhum disaat Persiapan Demo di PLN Wilayah Kalselteng
HABAR BANUA - BANJARMASIN. Duka yang mendalam bagi para Pejuang Melawan KADAP di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Salah seorang akttivisnya yang bernama Muhammad Alvin Heriyawan Al Ideris putra dari Aspihani Ideris SAP, SH, MH aktivis senior Kalimantan meninggal dunia di usia ke 17 Tahun pada hari Rabu 4 Mei 2016, sekitar pukul 21.00 Wita dan di makamkan di pemakaman keluarga Syech H. Jamaluddin (H. Jamal Wali) belakang Masjid Agung Khairullah di Kelurahan Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan pada hari Kamis 5 Mei 2016.

Muhammad Alvin HeriyawanAl Ideris kelahiran pada hari Rabu 2 September 1998 di Sungai Lulut anak pertama dari Aspihani Ideris bin Tuan Guru H. Muhammad Ideris bin Syech H. Abdurrasyid. Almarhum baru mau mengikuti ujian SLTA-Nya di tahun 2016 ini. Ayahnya merupakan seorang aktivis dan juga pengacara di Kalimantan Selatan, setiap ayahnya melakukan aksi demo maupun aksi sosial lainnya,almarhum selalu ikut didalamnya dan bahkan merupakan aktor terdepan untuk keberhasilan sebuah aksi.


Aksi kemasyarakatan yang terakhir di ikuti almarhum yaitu di saat melakukan aksi besar-besaran di halaman kantor PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah di Banjarbaru pada hari Rabu 13 April 2016 yang lewat dengan tuntutan PLN memperbaiki kelistrikan di Kalsel dan Kalteng, seperti jangan sering mati lagi listrik di Kalsel dan Kalteng terkecuali bersifat emergency.

Muhammad Alvin Heriyawan Al Ideris meninggal dunia  diketahui karena sakit sejak sepekan yang lalu, bahkan disaat melakukan penyampaian aspirasi di halaman kantor PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah di Banjarbaru pada hari Rabu 13 April 2016 tersebut almarhum sudah terlihat sakit.

"Disaat usainya aksi penyampaian aspirasi tersebut almarhum memang terlihat sakit, dan saya ajak makan saja almarhum menolaknya,dan berkata maaf om saya tidak selera makan", ujar Bahauddin (Bendahara Aksi Melawan KADAP) kepada wartawan HABAR BANUA.

Senada dengan Fauzi Noor Wakil KetuaKoordinator Aksi Melawan KADAP menyampaikan, bahwa sejak sebelum aksi penyampaian aspirasi di halaman kantor PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah di Banjarbaru pada hari Rabu 13 April 2016 lalu disaat almarhum mempersiapkan spanduk-spanduk penyampaian aspirasi tersebut disaat makan malam tiba almarhum diajak makan malah menolaknya, alasannya belum lapar om,masih kenyang!!!...

Almarhum merupakan sosok aktivis yang cukup berani dan tidak mengenal lelah dan melakukan aksi sosial, teringat saya disaat kami melakukan aksi sosial bencana sunami di aceh, kami meminta sumbangan para dermawan dijalan-jalan raya, almarhuum disaat itu sangat bersemangat melakukan kegiatan aksi tersebut dan juga di saat para aktivis Kalimantan melakukan aksi demontrasi dibawah jembatan, almarhum juga sangat bersamangat melakukan tuugasnya,baik pembikinan spanduk, bendera dan bahkan almarhum yang ikut didalamnya bersama kawan-kawan lainnya mengantarkan makan dan minum kawan-kawan disaat aksi dibawah jembatan tersebut. kenang Fauzi Noor.

"Disaat aksi penyampaian aspirasi Melawan KADAP, pemuda ini juga termasuk salah seorang aktivis yang getol memperjuangkan agar Banua  Kalsel dan Kalteng terbebas dari seringnya pemadaman, seperti mengikuti demo massa pada 13 April 2016  di depan Kantor  PLN Wilayah Kalselteng di Banjarbaru".

Kita do`akan bersama Mudah-mudahan Aktivis Muda ini mendapatkan yang mulia disisi Allah Subhanahu Wata`ala dan juga kuburnya dilapangkan, diampuni segala dosa-dosanya serta dimasukan kedalam Syurganya Allah SWT. Amin..., ujar Fauzi Noor seraya menutup pembicaraannya. (TIM)

Jumat, 15 Januari 2016

ANGGOTA DPRD KALSEL MENINGGAL DUNIA

HABAR BANUA - BANJARMASIN. Anggota dewan di DPRD Kalsel berduka. Salah satu anggotanya ‎yakni Habib Hasan Al Habsyie meninggal dunia, Jumat (15/1/2016) pukul 24.00 Wita.

Habib yang juga kader PKS meninggal dunia setelah dirawat di RS Sari Mulia Kota Banjarmasin karena sakit atau serangan jantung.

Jenazah rencananya di salatkan di Ponpes Nurul Muhibbin (Kitun) Jalan M Ramli Barabai. 

“Rencananya akan disalatkan di pesantren dan dikubur di makam muslim di Keramat Manjang Barabai,” ‎ujar kerabat beliau, Muhammad Gazali.

Jenazah Habib disemayamkan di rumah duka Jalan Kampung Melayu Darat, Gang Nusantara Rt 10 kelurahan Seberang Masjid Banjarmasin Tengah. Dan, saat ini jenazah akan dibawa ke Jalan Pangeran Antasar, Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Sabtu (16/1/2016). (TIM)

Senin, 11 Januari 2016

IBNU SINA JAHIT PAKAIAN JELANG PELANTIKAN WALIKOTA BANJARMASIN

Banua NEWS, BANJARMASIN – Senin (11/1) siang, Wali Kota Banjarmasin terpilih, Ibnu Sina, mendatangi Mawar Tailor di Jalan A Yani Kilometer 4,500 Banjarmasin bawah sampin ply over. Di dampingi seorang teman, Ibnu disambut karyawan Mawar Tailor. Di sana, Ibnu menjahit pakaian untuk pelantikan nanti.

Oleh seorang karyawan, badannya diukur. Mulai dari kaki, pinggang hingga kepala. “Agak gendutan ya. Soalnya banyak acara makan di luar bersama warga,” ujar Ibnu.

Karyawan itu pun menanggapinya dengan senyum. Sedang tangannya terus bergerak mengukur setiap bagian tubuh Ibnu. Sekitar 10 menit, pengukuran selesai.

Namun tak sampai di situ. Mantan anggota DPRD Kalsel tersebut disodori sepatu putih. “Nomor sepatu bapak berapa?” tanya karyawan itu. Ibnu lalu mencoba nomor 38. Namun dia merasa kecil jika memakai kaus. Setelah mencoba nomor 39, Ibnu merasa sreg dengan nomor tersebut.

“Sejak dulu saya menjahit di sini. Teman-teman anggota dewan juga di sini. Pak Herman (wakil wali kota terpilih) juga di sini,” ujarnya.Mawar Tailor merupakan langganan Ibnu untuk menjahit pakaian resmi. Saat menjadi anggota dewan, pakaian kerjanya sering dijahit di sana.

Rupanya, tempat itu merupakan langganan sejumlah pejabat baik eksekutif maupun legeslatif di Kalsel. Selain Ibnu dan Hermansyah, Gubernur Kalsel Terpilih Sahbirin serta Bupati Banjar Terpilih KH Kholilurrahman juga menjahit pakaian untuk pelantikan di sana. (TIM)