Senin, 04 Juli 2016

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijriyah


HABAR BANUA - BANJARMASIN. Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan yang disingkat LEKEM Kalimantan memastikan Awal Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1437 H jatuh pada hari Rabu, tanggal 6 Juli 2016. Hal ini disampaikan oleh Aspihani Ideris, S.AP, SH, MH Direktur Eksekutif LEKEM KALIMANTAN sendiridan didampingi Sekretaris Jenderalnya Dr. Drs. Abdul Sani, M.Pd kepada beberapa wartawan saat mengadakan agenda tahunannya Buka Puasa Bersama BUKBER Pengurus Jaringan Nasional Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan tadi Ahad 3 Juli 2013 disebuah cafe PAPADAAN Lt.II Jalan Haryono MT Kertak Baru Kota Banjarmasin. 
 
"Insya Allah kami berkeyakinan bahwa 1 Syawal 1437 Hijriyah jatuh pada hari Rabu 6 Juli 2016", ujar alumnus Magister Hukum UNISMA - MALANG ini dalam penyampaian pidatonya dalam acara agenda tahunan Buka Puasa Bersama antara Pengurus Jaringan Nasional Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan dan tokoh-tokoh masyarakat Kalimanta Selatan di sebuah cafe di Banjarmasin.
 
Kami atas nama seluruh jajaran Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan yang disingkat LEKEM Kalimantan mengucapkan selamat meraih kemenangan dalam memerangi hawa nafsu di bulan Ramadhan serta kami ucapkan juga Minal `Aidin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin, semoga kita tergolong hamba-hamba Allah yang mendapatkan ridhanya, Amin, ucap Aspihani singkat dalam akhir pidatonya. 
 
Pantauan mas media ini bahwa kegiatan agenda tahunan tersebut dihadiri oleh puluhan perwakilan LSM-LSM yang ada di Kalimantan Selatan serta puluhan tokoh-tokoh masyarakat di Banjarmasin dan sekitarnya, dan sebelumnya agendanya sealigus Dialog Publik tentang Kelistrikan di Kalsel, namun satupun pihak PLN Kalsel tidak ada yang hadir, pada akhirnya pelaksanaan kegiatan disederhanakan dengan penyampian pidato oleh Direktur Eksekutif LEKEM KALIMANTAN sendiri da tauziah singkat yang disampaikan oleh Drs. Ahmad Sugian Noor Al Aydrus salah seorang Dewan Penasehat Jaringan Nasional Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan (LEKEM KALIMANTAN).***    

Rabu, 29 Juni 2016

KNPI Kalsel Terancam di Tertibkan

Foto : PEGANG MANDAT – Pengurus DPC KNPI Kota Banjarmasin, Norasya Verdiana (kanan) mendapatkan mandat dari Ketua Umum DPP KNPI Pusat, Fahd A Rafiq, untuk menertibkan DPD KNPI Kalsel.


HABAR BANUA – BANJARMASIN. Rapat Kerja Nasional (Rakernas) II Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Jakarta, Juni akhirnya memberikan dampak yang hebat bagi organisasi KNPI di tingkat Provinsi Kalimantan Selatan.

Bahkan hasil Rakernas II KNPI tersebut menghasilkan keputusan bahwa KNPI Pusat kini diketuai oleh Fahd A Rafiq. Kepemimpinan Fahd tersebut diakui oleh Surat Keputusan Menteri Kehukuman dan Hak Asasi Manusia (SK Menkumham) RI Nomor AHU-0012488.AH.01.07 Tahun 2016 tertanggal 2 Februari 2016.

Melalui SK Menkumham RI tersebut menggeser posisi Rivai Darus sebagai Ketua KNPI Pusat. Buntutnya, KNPI daerah yang dikukuhkan Rivai Darus juga harus segera ditertibkan, termasuk DPD KNPI Kalsel.

Bahkan Surat Keputusan (SK) untuk melakukan penertiban DPD KNPI Kalsel sekaligus penunjukkan sebagai caretaker di Kalsel diserahkan langsung oleh Fahd kepada Norasya Verdiana, salah satu pengurus DPC KNPI Kota Banjarmasin, 

“Saya dapat mandat dari Ketua Umum KNPI Pusat, Fahd A Rafiq untuk menertibkan DPD KNPI Kalsel. Tentunya mandat ini akan saya laksanakan dengan sebaik-baiknya, dan kepada pengurus DPD KNPI Kalsel periode saat ini agar berlapang dada,” ungkap wanita yang akrab disapa Vera ini kala menggelar jumpa pers di Hotel Banjarmasin Internasional, Rabu (29/6).

Vera yang dikenal Master Nasional Wanita, menjelaskan perincian tugas penertiban DPD KNPI Kalsel tersebut dimulainya dengan melakukan pengosongan dan pengambilalihan Gedung Sekretariat DPD KNPI Kalsel di Jalan Lambung Mangkurat.

“Sebagai caretaker, saya berikan waktu 2×24 jam dari sekarang agar sekretariat DPD KNPI Kalsel dikosongkan. Demikian juga dengan segala aktivitas DPD KNPI Kalsel saat ini untuk dihentikan sementara waktu,” tegas Vera.

Ditanya bagaimana apabila  timbul gejolak atau penolakan terhadap tugasnya sebagai caretaker DPD KNPI di Kalsel, Vera punya jawaban sendiri. “Silakan mengajukan protes ke DPP KNPI Pusat di Jakarta. Mohon maaf dan dimaklumi, saya hanya menjalankan mandat sebagai caretaker yang diserahkan langsung oleh Ketua Umum DPP KNPI Pusat,” katanya.

Di sisi lain, sebagai tindak lanjut, Vera juga diamanahi oleh Fahd untuk menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) KNPI Kalsel. Tujuannya, untuk memilih calon ketua dan susunan kepengurusan baru DPD KNPI Kalsel.

“Jadi tidak menutup kemungkinan bagi angggota KNPI Kalsel, anggota OKP, anggota ORMAS dan LSM di Kalsel mengajukan diri menjadi calon Ketua Umum DPD KNPI Kalsel. Silakan saja, siapapun boleh mencalonkan diri. Agenda Musdalub ini akan kami laksanakan usai Lebaran,” tegasnya.

Ketua Umum DPD KNPI Kalsel, Hasan Ismail ketika dikonfirmasi via telepon selulernya terkait informasi tersebut justru berkelakar. “Selamat atas berdirinya organisasi baru dan tidak ada dualisme di tubuh KNPI Kalsel,” katanya singkat.(GT)

Rabu, 08 Juni 2016

Jenazah Panitera PN Banjarmasin di Gotong anggota BPK ke RS

HABAR BANUA - BANJARMASIN - Penemuan jenazah Nurhaidah, Panitera Pengadilan Negeri Banjarmasin dan PN Tipikor yang tertelungkup di kediamannya langsung ditindaklanjuti petugas, Usai dilakukan olah TKP di lokasi di Jalan Gatot Subroto Kompleks Kehakiman No.75 RT.29, Banjarmasin Timur, Rabu (8/6) pagi, petugas langsung membawa jenazah ke RS UD Ulin Banjarmasin.

Beberapa anggota BPK menggotong jenazah sang Panitera Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Banjarmasin berusia 53 tahun ini.
"Kita akan lakukan visum namun untuk autopsi harus ada izin keluarga," ucap AKP Arief.

Selasa, 07 Juni 2016

Satpol PP Banjarmasin Lakukan Rajia Di Bulan Ramadhan

HABAR BANUA - BANJARMASIN. Bagi perempuan yang suka pakai celana pendek, atau remaja yang suka nongkrong saat magrib, sepertinya harus lebih waspada. Pasalnya, Kota Banjarmasin' Satpol PP Kota Banjarmasin, Banjarmasin, Kalsel, berencana membentuk satu Unit Syariah yang khusus untuk mengurus 'moral'.
 
Meski belum dipastikan kapan, namun Kasat Pol PP Kota Banjarmasin Ichwan Nor Chalik mengatakan, pihaknya sudah merumuskan bersama Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina terkait pembentukan unit syariah ini.
"Ini juga tindak lanjut dari peraturan Wali Kota soal Magrib Mengaji. Unit syariah Pol PP ini nanti yang akan menangani khusus perwali itu, misal ada yang keluyuran waktu magrib, termasuk yang pakai pakaian minim nanti bisa ditegur," ujar Ichwan, Selasa (7/6).

Dia menjelaskan, anggota unit syariah ini sendiri dipastikan akan berbeda dengan anggota dengan tugas konvensional yang sudah ada. Akan ada rekrutmen khusus dengan kualifikasi tertentu untuk anggota unit khsusus syariah ini. Jumlahnya di tahap awal hanya 10 sampai 15 orang saja.

"Jelas beda nanti, kita ingin anggota unit khusus berasal dari orang yang punya ilmu dan latar belakang agama kuat, misal lulusan IAIN, atau madrasah. Namun, yang jelas harus kuat ilmu agama Islamnya. Kalau perlu tes masuknya harus bisa baca Alquran," ujarnya.

Menurut Ichwan, unit syariah yang dibentuk tidak sama dengan polisi syariah Islam di Aceh.

"Bedalah, tidak sama, paling ya nanti tugasnya membina mereka yang diamankan. Mereka yang nanti bertugas di depan. Kita kan tidak terapkan perda berdasar syariah Islam juga. Cuma memang sepertinya sudah perlu ada petugas khususnya," ujarnya.

Dia juga tak menampik pembentukan unit syariah ini sebagai upaya perbaikan di tubuh Sat Pol PP Kota Banjarmasin pascakasus pelecehan seksual oleh anggotanya.
"Nanti, kalau ada penindakan serupa, unit syariah ini sebagai garda depan," pungkasnya. (TIM)

Pemkab Tanah Bumbu Gelar Pasar Murah



HABAR BANUA - TANAH BUMBU. Pemkab Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menggelar pasar murah menjelang Ramadan 1437 Hijriah untuk membantu masyarakat mendapatkan barang sembilan bahan pokok (Sembako) dengan harga terjangkau.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM) Tanah Bumbu Andi Asdar, di Batulicin Senin mengatakan, pasar murah Ramadan dilaksanakan dua tempat di Desa Sarigadung, Kecamatan Simpang Empat dan Desa Bukit Batu, Kecamatan Satui.

"Barang sembako yang kami sediakan di pasar murah Ramadan sesuai dengan permintaan masyarakat," ujarnya.

Ia mengatakan, sebagian masyarakat menginginkan gula dan minyak goreng, beras, teh, kue kering, kopi, telur, bawang dan susu agar diperbanyak karena harga barang-barang tersebut berfluktuatif, selain itu masuk dalam kelompok kebutuhan dasar.

Terselenggaranya pasar murah berkat kerja sama Pemkab Tanah Bumbu dengan distributor, pedagang besar dan para usaha kecil menengah (UKM) di Kabupaten Tanah Bumbu.

"Dengan kerja sama ini diharapkan harga lebih murah dari harga pasar, sehingga Pemkab Tanah Bumbu tidak perlu mensubsidi barang yang dijual di pasar murah tersebut," terang dia.

Digelarnya pasar murah Ramadan dalam upaya meringankan masyarakat berpenghasilan rendah untuk mencukupi kebutuhan hidup mereka disaat menjalankan ibadah puasa dan lebaran.

"Kita berharap dengan dilaksanakannya pasar murah ini masyarakat dapat terbantu, dan dapat meningkatkan daya beli masyarakat," paparnya. (TIM)

Gubernur Kalsel Buka Pasar Wadai di Banjarmasin

Habar Banua - Banjarmasin. Dinas Pariwisata Seni dan Kebudayaan Kota Banjarmasin menyelenggarakan Pembukaan Pasar Wadai (takjil) Ramadhan Fair 2016 ditandai pemukulan bedug secara bersama oleh Gubernur Provinsi Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor dan Walikota  H Ibnu Sina di Siring Balai Kota Banjarmasin, Senin (6/6/2016).

Hadir Sekretaris Daerah Provinsi, M. Arsyadi, ME, Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah, Ketua DPRD Banjarmasin I Iwan Rusmali, Ketua TP PKK Provinsi Kalimantan Selatan, Hj. Raudatul Jannah, Ketua TP PKK Kota Banjarmasin dr. Siti Wasilah, FKPD, Para Asisten Setdako Banjarmasin, Para Staf Ahli Wali kota Banjarmasin, Kepala SKPD, Camat dan Lurah se- Kota Banjarmasin, mengutip rilis humas Pemko diterima Selasa.

Pasar Wadai dan Ramadhan Fair 2016 merupakan event tahunan setiap bulan Ramadhan yang diselenggarakan Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Pariwisata, Seni dan Kebudayaan Kota Banjarmasin bekerjasama dengan Paguyuban Pedagang Pasar Wadai Ramadhan. Pada Tahun 2016 Pasar Wadai Ramadhan Fair menampung 150 stand.

Dalam sambutan Gubernur Kalimantan Selatan, event tahunan ini perlu dilestarikan, terutama pada era sekarang banyaknya makanan siap saji dan menggunakan banyak bahan pengawet serta pemanis buatan, maka budaya penggunaan bahan tersebut harus ditinggalkan. jangan nodai bulan suci Ramadhan ini dengan perbuatan yang dapat merusak kesehatan orang lain, Ujar nya.
          
Wali Kota banjarmasin, mengajak agar masyarakat mengunjungi pasar wadai, karena memiliki konsep yang berbeda dengan sebelumnya, terutama tempat pelaksanaannya, yaitu berada di siring Balai Kota Banjarmasin.
 
Ramaikan, dan nikmati menu-menu tradisional dan beberapa makanan khas yang dikenal seperti tatal dan lain-lain, ujar beliau

Pasar Wadai Ramadhan Fair 2016 dibuka secara resmi oleh Gubenur Kalimantan Selatan bersama walikota Banjarmasin dengan menabuh Bedug.

Di arena Pasar Wadai Ramadhan Fair 2016 ini pengunjung dapat menemukan kue-kue khas Banjar antara lain amparan tatak pisang, putri selat, bingka, petah, sari muka, wadai lapis, kelelepon dan kararaban.

Pada kesempatan ini, gubenur dan walikota membagikan beberapa tas daur ulang kepada masyarakat guna mengurangi penggunaan plastik, dan juga membagikan makanan gratis kepada pengujung pasar wadai. (TIM)

Senin, 06 Juni 2016

Kalsel Cukup Biaya Pelakasanaan OTDA

HABAR BANUA - BANJARMASIN Wakil Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Rudy Resnawan menyatakan, provinsinya cukup mandiri dalam membiayai pelaksanaan otonomi daerah setempat.

Orang nomor dua di jajaran pemerintah provinsi (Pemprov) tersebut menyatakan itu saat menjelaskan Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalsel 2015 di Banjarmasin, Senin. (6/6).

Wagub Kalsel dua periode (2010-2015 dan 2016-2021) itu menerangkan, indikator kemandirian provinsinya dalam membiayai pelaksanaan otonomi daerah terlihat dari kontribusi Pandapatan Asli Daerah (PAD) terhadap penerimaan daerah.

"Kontribusi PAD terhadap total pendapatan daerah Kalsel tahun 2015 sebesar 56,65 persen," ujarnya pada rapat paripurna DPRD provinsi tersebut yang dipimpin ketuanya Hj Noormiliyani Aberani Sulaiman dari Partai Golkar.

Oleh sebab itu, menurut mantan Wali Kota Banjarbaru, Kalsel dua periode tersebut, aparat dan masyarakat provinsinya patut bersyukur karena realisasi pendapatan selalui mencapai hasil yang menggembirakan.

Pada APBD Kalsel 2015, pendapatan daerah terealisasi Rp4,746 triliun atau 97,05 persen dari yang dianggarkan.

Sementara capaian kinerja keuangan bidang belanja daerah pada 2015 terealisasi Rp5,102 triliun atau 90,68 persen dari total anggaran yang dianggarkan.

Ia menjelaskan, pada tahun anggaran 2015, realisasi pendapatan Rp4,746 triliun bersumber antara lain dari PAD terealisasi Rp2.684.908.313.880,91 atau 91,50 persen dari yang dianggarkan.

PAD itu sendiri bersumber dari Pajak Daerah terealisasi Rp2,040 triliun atau 86,40 persen dari yang dianggarkan, retribusi daerah terealisasi Rp29,197 miliar atau terealisasi 92,84 persen dari yang dianggarkan.

Sedangkan belanja daerah tahun 2015 sebesar Rp5,102 triliun secara garis besar terdiri belanja operasional terealisasi Rp2,754 triliun atau 90,17 persen dari jumlah yang dianggarkan.

Kemudian belanja modal terealisasi Rp1,221 triliun atau 92,68 persen dari jumlah yang dianggarkan, dan belanja tidak terduga terealisasi Rp1,984 miliar.

Selain itu, belanja transfer bagi hasil pajak ke kabupaten/kota Rp1,092 triliun atau 90,11 persen dari yang dianggarkan, sera belanja transfer bantuan keuangan ke kabupaten/kota Rp32,548 miliar atau 99,74 persen dari yang dianggarkan.

Rapat paripurna DPRD Kalsel kali ini (6/6) lengkap hadir pimpinan lembaga legislatif tersebut, Ketua Hj Noormiliyani AS SH, serta tiga wakil ketua H Muhaimin SH MH MKn (PDIP), Asbullah SH (PPP), dan H Hamsyuri SH (PKB). (TIM)