HABAR BANUA - BANJARMASIN. Antusias sejumlah
tokoh di Kalimantan Selatan dalam menyemarakan bursa Walikota - Wakil
Walikota Banjarmasin semakin ramai. Diantaranya salah satu pasangan Drs. KH. Abdul Gafar, SH, MH dan Aspihani Ideris, S.AP, SH, MH yang berhasrat juga maju sebagai Cawali dan Cawawali Banjarmasin pada Pilkada 16 Desember 2015 mendatang.
Keseriuasan mereka ditunjukan dengan mendaftarkan diri ke beberapa
Partai Politik yang ada di Kota Banjarmasin dan kemaren Selasa (17/2)
mereka mengantarkan berkas lamarannya ke PKB, PAN dan Partai GERINDRA
Kota Banjarmasin. Dan hari ini barusan Rabu (17/2) mendaftarkan diri ke
Partai HANURA, Partai NASDEM dan PBB. Diketahui Abdul Gafar merupakan
seorang pengusaha yang sukses dalam melakoni usahanya dan Aspihani
Ideris merupakan seorang tokoh aktivis LSM yang tidak asing lagi di
Kalimantan.
Menurut Abdul Gafar keinginannya ikut berkompetisi dalam
Pilwali di Kota Banjarmasin adalah ingin memulai untuk berkontribusi
terhadap pembangunan Kota Banjarmasin. Terkait ketiga partai ini, memang
sudah menjadi pilihan saya sejak awal, dan Insya Allah kita akan
mendaftarkan diri lagi ke partai lainnya, ungkap Guru Gafar panggilan akrabnya.
Keinginannya maju bersama Aspihani Ideris punya alasan
yang kuat, karena beliau (Aspihani Ideris) ini merupakan seorang pemuda
yang agamis, dan memiliki pengetahuan yang cukup mempuni serta dikenal
ke sosialannya dalam membantu masyarakat lemah dalam berbagai masalah,
baik masalah sosial maupun masalah advokasi hukum, ujar Ketua RUIS
Nahdhatul Ulama "NU" Kota Banjarmasin ini.
Adapun Visi saya untuk maju sebagai Cawali adalah Banjarmasin Kota
seribu sungai berwawasan lingkungan, terdepan dalam kualitas sumber daya
manusia, prima dalam pelayanan publik yang didukung dengan tata kelola
pemerintahan yang baik dan bersih dari KKN serta religius, katanya.
Gafar mengaku akan mengusung konsep religius Islami. "Dengan menegakkan
nilai-nilai religius Islami, saya optimis pembangunan di Banjarmasin
akan semakin maju. Selain itu, saya juga akan menyempurnakan arah
pembangunan Kota Banjarmasin sebagai Kota Niaga alias Kota dagang,
karena Banjarmasin merupakan sebuah kota persinggahan di Kalimantan,"
urai pria yang akrab dipanggil Guru Gafar ini.
Sementara itu Aspihani Ideris sebagai pendamping H. Gafar, menuturkan
konsep religius Islami tersebut akan disinergikan dengan konsep
pemberdayaan generasi muda yang Islami. "Saya akan berupaya memotivasi
kalangan pemuda di Kota Banjarmasin lebih aktif dalam pembangunan Kota
Banjarmasin kearah masyarakat Madani," ujarnya.
Disinggung oleh beberapa wartawan yang mewawancarai berkenaan dengan
uang mahar dalam pencalonannya, Aspihani Ideris dengan tegas
menyampaikan bahwa Partai Politik dan Kandidat Calon Kepala Daerah yang
menerima dan atau
memberi uang atau sejenisnya hal demikian tidak dibenarkan oleh
Undang-undang seperti termaktub
Pasal 47 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2015, tentang Pilkada melarang
Partai Politik menerima imbalan dalam bentuk apapun dan kandidat
memberikan imbalan kepada Partai Politik.
Bagi Partai Politik atau gabungan
Partai Politik yang terbukti menerima imbalan akan dilarang mengajukan
calon pada Pilkada periode berikutnya di daerah yang sama dan
Partai Politik yang menerima imbalan tersebut harus membayar denda
sepuluh kali lipat dari nilai imbalan yang diterima. ujar Ketua Umum LSM
Aliansi Jaringan Anak Kalimantan "AJAK" ini.
Di paparkannya bahwa pabila Partai Politik atau Kandidat Calon Kepala Daerah yang terbukti
menerima atau memberi imbalan dalam proses pencalonan Pilkada
tersebut bisa diancam pidana dengan Pasal 12 huruf a UU Tipikor jo Pasal 55 ayat 1
ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP, atau dijerat dengan Pasal 11 UU Tipikor jo
Pasal 55 ayat 1 ke-1 jo Pasal 64 ayat 1 KUHP dengan ancaman hukuman
maksimal 20 tahun penjara dan paling singkat 5 tahun penjara. tandas mantan anggota DPRD Kabupaten Banjar ini.
Untuk pemantauan agar proses pencalonan Kandidat Kepala Daerah ke Partai
Politik tidak menyalahi jalur kaidah hukum, maka pentingnya pengawasan
yang berkesinambungan dan ini tugas institusi hukum agar melakukan
pengawasan yang jeli terhadap proses penjaringan sampai kepenetapan
calon Kepala Daerah ke Komisi Pemilihan Umum KPU setempat, pungkas
alumni Magister Hukum Unisma Malang ini.
Menurut Anang Tony, HUMAS FPI Kalsel yang juga Ketua Umum
LSM POKUL, bahwa mendaftarkan dirinya Guru Gafar sebagai Balon Walikota
Banjarmasin saat ini merupakan sebuah langkah yang maju guna memajukan
Banjarmasin yang religius kearah masyarakat madani, karena Abdul Gafar
merupakan tokoh yang sangat dikenal dikalangan masyarakat Banjarmasin
dan juga beliau dikenal seorang guru Agama, Penceramah dan bahkan
diketahui layak banyak beliau seorang pengusaha sukses.
Sangat tepat H. Gafar maju berpasangan dengan Aspihani Ideris, karena
Aspihani Ideris merupakan seorang tokoh pemuda dan tokoh LSM di
Kalimantan. Selain itu Aspihani merupakan seorang pemuda yang memiliki
SDM cukup baik, selain pintar, cerdas, jujur dan dikenal amanah beliau
juga seorang pemuda yang tingkat kesosialannya sangat tinggi, pungkas
Anang Tony.
Salah satu anggota Dewan Pembina LSM DPN Aliansi Jaringan Anak Kalimantan "AJAK" H. Saleh Saberan,
memberikan aflus atas mendaftarnya H. Abdul Gafar dan Aspihani Ideris
kebeberapa Partai Politik yang ada di Banjarmasin, karena mereka berdua
dikenal luas sebagai seorang pengusaha sukses dan tokoh pemuda serta
tokoh aktivis LSM yang sudah mampuni dibidangnya.
Saya yakin mereka berdua dinantikan masyarakat Banjarmasin untuk
memimpin Banjarmasin menuju kesuksesan kearah masyarakat yang madani dan
tentunya bisa menjadikan Banjarmasin sebuah kota yang terdepan di
Kalimantan, ujar bang Saleh panggilan akrabnya.
Sementara itu Syamsul Ma`rif, S.Ag, Ketua Umum Ormas
Kerukunan Rakyat Nasional Daerah "KERANDA" Kalimantan menuturkan rasa
bangganya kepada beberapa mas media, terhadap majunya Aspihani Ideris
sebagai salah satu kandidat balon pimpinan Kota Banjarmasin "Jujur saya
sangat bangga sekali terhadap bung Aspihani berani mendaftarkan diri sebagai balon
pemimpin Kota Banjarmasin, walaupun beliau maju sebagai bakal orang
nomor dua, itu merupakan sebuah pencerahan bagi kami sebagai aktivis
LSM nantinya", ucapnya.
Aspihani Ideris ini merupakan seorang penggagas terbentuknya Ormas
KERANDA Kalimantan dan juga seorang tokoh LSM di Kalimantan, dan kami
yakin jika bung Aspi dipercayakan dengan diberikan kesempatan dari
bagian pemimpin Kota Banjarmasin, Insya Allah Banjarmasin akan
mendapatkan perubahan kearah religius, ujar Acoel panggilan akrab
Syamsul Ma`rif.
Karena diketahui, ujar Acoel bahwa bung Aspihani ini dikenal merupakan
seorang tokoh LSM dan juga seorang tokoh pemuda Kalimantan Selatan yang
sangat vokal memperjuangkan aspirasi masyarakat dan tingkat
kesosialannya sangat tinggi serta seorang pemuda yang cerdas berlatar
belakang dari karir pengacara muda.
Diketahui Abdul Gafar dan Aspihani Ideris sudah mendafrarkan diri ke
beberapa partai politik yang ada di Banjarmasin, yaitu Partai
kebangkitan Bangsa PKB, Partai Gerakan Indonesia Raya "GERINDRA", Partai
Amanat Nasional PAN. Partai Hati Nurani Rakyat "HANURA", Partai
Nasional Demokrat "NASDEM" dan Partai Bulan Bintang PBB. (TIM)