Minggu, 02 September 2018

Berpolemik di Medsos, Kedua Kubu Relawan Capres-Cawapres Deklarasi Damai



BANJARMASIN. Relawan Calon Presiden dan Wakil Presiden, Joko Widodo - Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno di Kalsel, menyatakan sikap agar pelaksanaan kampanye yang akan berlangsung nanti saling menjaga persatuan dan kesatuan.

Deklarasi dengan diselingi pembacaan pernyataan sikap bersama ini dilakukan di Hotel Victoria Banjarnasin, Minggu (2/9/2018) yang dihadiri sedikitnya 100 orang oleh tim sukses dari kubu calon presiden Jokowi dan Prabowo yakni, Anang Rosadi (Partai Golkar), Aspihani Ideris (Gerindra), Syamsul Daulah (PBB), Abdussani (Partai Demokrat), Andi Nurdin (PAN), Abdullah M Saleh ((PDIP), Anang Misran Hidayatullah (Perindo), dan Anang Tony (FPI) serta lain-lainnya.

Dihadiri sedikit nya 100 orang kedua kubu, “Deklarasi Damai Dari Kalsel Untuk Indonesia” ini dilaksanakan agar tidak ada gesekan antar kedua kubu, sehingga pelaksanaan Pilpres 2019 yang sudah diambang mata dapat berjalan dengan aman, lancar, dan sukses.

Ketua DPD Gardu Prabowo Kalsel, H Aspihani Ideris S.AP SH MH mengatakan, dilaksanakannya deklarasi ini guna meningkatkan persaudaraan antar para pendukung dan simpatisan dari masing-masing calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres 2019 ini, ucap Caleg Gerindra DPRD Kalsel Dapil Kalsel II Wilayah Kabupaten Banjar ini.

“Dilaksanakannya deklarasi ini untuk mendamaikan para simpatisan dan pendukung kedua pasangan Capres-Cawapres yang lagi berpolemik di media sosial. Kalsel sudah damai, namun perdamaian dibumi Lambung Mangkurat ini harus ditingkatkan,” tegas Aspihani yang merupakan relawan pendukung dari kubu Prabowo Subianto ini dengan bersemangat.

Senandung irama juga, Ketua Tim Relawan Jokowi-Ma'ruf Kalsel, Ir Anang Rosadi Adenansi mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk menghilangkan polemik yang terjadi khususnya di media sosial sehingga pelaksanaan hajatan besar tersebut dapat berjalan dengan damai, Aman dan lancar.

“Dengan deklarasi damai antar pendukung ini kami berharap Pilpres nanti tidak ada yang bertindak anarkis dan mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan kehendak masyarakat, serta hajat masyarakat banyak,” imbuhnya.

Anang berharap, baik relawan Jokowi maupun relawan Prabowo di Kalsel tak melakukan kampanye saling hujat, hasut, fitnah dan SARA serta memanfaatkan agama.

“Relawan capres Jokowi dan Prabowo, tak ingin membuat pernyataan yang bisa menimbulkan perpecahan dan anti pati dengan saling menghujat dan menjelek-jelekan baik Jokowi dan Prabowo. Relawan Jokowi dan Prabowo di Kalsel akan menjaga kebersamaan dalam ajang kontestasi pilpres, yang dama dan bermartabat,” tegas Anang Rosadi Adenansi salah satu tim sukses Jokowi.

Sementara, Drs Syamsul Daulah dari PBB yang juga mendukung relawan sukses Prabowo, berharap pelaksanaan pilpres sebagai ajang mengadu gagasan dan tak menebar kebencian, fitnah dan saling menjelek-jelekan antar pasangan pilpres.

“Semua pihak yang terlibat dalam proses pilpres agar menjunjung tinggi azas demokrasi yang santun dan menyejukkan. Menghindari saling hujat menghujat dan saling fitnah. Yang pada gilirannya justru menimbulkan perpecahan, ajang lima tahunan meski berjalan dengan riang gembira bukan tebar ketakutan,” katanya. (TIM)

Jumat, 31 Agustus 2018

Polisi Periksa Terduga Kurupsi RPU, Helman : Jangan Biarkan KORUPSI Merusak Bangsa


BALIKPAPAN. Pemeriksaan maraton kasus dugaan korupsi Rumah Potong Unggas Balikpapan (RPU) terus digelar oleh pihak Polda Kaltim.

Kali ini pemeriksaan giliran Ketua DPRD Balikpapan Abdullah diperiksa penyidik Tipidkor Polda Kaltim, Jum'at (31/8/2018).

Pantauan awak media ini Ketua DPRD Balikpapan, Abdullah tiba di kantor Tipidkor Polda Kaltim sekitar 08.30 Wita.

Ia didampingi salah satu kuasa hukum dan ajudannya, Abdullah masuk keruangan pemeriksaan.
Kasus dugaan korupsi Rumah Potong Unggas Balikpapan (RPU) ini kali kini pihak Penyidik Polda Kaltim memeriksa sebanyak 7 Orang.

Salah satu dari 7 orang tersebut, politisi Partai Golongan Karya (Golkar) Balikpapan ini ikut terseret kasus hukum dugaan tindak pidana korupsi RPU Balikpapan.

Kabar itu berhembus usai rekan satu partainya, AW lebih dulu ditetapkan penyidik sebagai tersangka.

Bahkan 2 hari sebelumnya, Faisal Tola yang juga anggota DPRD Balikpapan Fraksi Golkar kena panggil penyidik Polda Kaltim juga.

Sekedar diketahui, Abdullah merupakan orang ke-7 yang dipanggil penyidik Tipidkor Polda Kaltim, usai mereka mengobok-obok kantor DPRD Balikpapan, dan kantor Pemkot Balikpapan.

Sebanyak 6 orang sudah diperiksa penyidik pasca penggeledahan yang dilakukan di kantor dewan dan pemerintah kota pekan lalu.

Perihalnya jelas, dimintai keterangan berkenaan dengan dugaan korupsi RPU Balikpapan yang tengah santer jadi pembicaraan publik Kaltim.

"Kemarin (pasca penggeledahan) ada sekitar 6 orang kembali diperiksa penyidik," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana, Kamis (30/8/2018) malam.


Namun, usai penggeledahan penyidik melakukan pemeriksaan maraton orang-orang yang dipercaya mengetahui duduk perkara kasus tersebut.

"Proses penyidikan maraton dilakukan. Kemungkinan bertambah (tersangka) tentu ada, tergantung dengan pengembangan yang dilakukan penyidik," ujarnya.

Pemeriksaan ini dilakukan secara maraton atas desakan publik yang ingin kasus dugaan korupsi terungkap.

"Polda dalam hal ini maunya tuntas. Jika tuntas penyidikan tentu akan dilakukan ekspose publikasi," jelas Ade yang dihubungi tengah di luar kota.

Direktur Daerah Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantan (LEKEM KALIMANTAN), Kalimantan Timur, Helman S.Sos menilai, langkah cepat yang dilakukan oleh Polda Kaltim melakukan penyidikan terhadap dugaan korupsi Rumah Potong Unggas Balikpapan (RPU) merupakan sebuah penegakan hukum yang baik.

Dalam konsep negara Hukum tersebut,diidealkan bahwa yang sepatutnya dijadikan panglima dalam dinamika kehidupan kenegaraan adalah hukum, dan bukan bidang lainnya, ujar Helman kepada wartawan.

Karena pada prinsipnya, hukum dibuat untuk memberikan pelayanan kepada warga negara dengan tujuan terciptanya sebuah ketertiban, keamanan, kesejahteraan dan rasa keadilan yang sebenarnya.

"Tindakan Polda Kaltim ini sangat baik sebagai contoh bagi Polda-Polda lainnya bahwa hukum itu wajib ditegakan tak memandang aktur intelektualnya sehingga jangan sampai terkesan hukum tajam kebawah dan tumpul keatas. Indonesia jangan biarkan Korupsi merusak bangsa," kata Helman.

Dikatakannya, profesionalisme seorang penyidik polri untuk melaksanakan tugasnya secara cepat, akuntebel dan transparan, menjadi salah satu jalan untuk menjawab keraguan masyarakat terhadap kinerja Polri yang terus menerus disorot.

"Kami apresiasi kepada Polda Kaltim benar-benar tegas melakukan menindakan hukum, dan tak memandang siapa pelaku pelanggar hukum itu sendiri," tukas Helman. (TIM)

Minggu, 12 Agustus 2018

Rakorda Gardu Prabowo Kalsel Tekad Menangkan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019





BANJARMASIN. Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Dukung Prabowo (Gardu Prabowo) Provinsi Kalimantan Selatan, bertekad akan memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno dalam pemilihan Presiden (Pilpres) di Pemilu 2019 mendatang.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD Gardu Prabowo Kalimantan Selatan (Kalsel) Aspihani Ideris usai rapat koordinasi rapat Pengurusan DPD Gardu Prabowo Kalsel, Minggu (12/8/2017) di Victoria Hotel Banjarmasin.



"Insya Allah semua jajaran pengurus DPD Gardu Prabowo Kalsel dan DPC Gardu Prabowo se Kalsel saat ini sangat yakin dan solid berjuang untuk kemenangan, bapak Prabowo Subianto selaku Dewan Pembina Nasional Gardu Prabowo sebagai Presiden 2019-2024," tegas Aspihani didampingi Wakil Sekretaris DPD Hilmi Hamsy dan Andi Nurdin dan Habib Zien Rafik Assegaf, Habib Haderawi Al Jufri, Anang Tony, Atthurmuji, serta sejumlah petinggi Gardu Prabowo se Kalsel lainnya.

Dosen Fakultas Hukum UNISKA Banjarmasin ini menyatakan DPD Gardu Prabowo dimasa kepemimpinannya, segera melakukan konsulidasi organisasi, mulai dari tingkat DPC (Kabupaten) Sektor (Kecamatan) sampai Sub Sektor (Kelurahan) kepengurusan Gardu Prabowo untuk memenangkan pasangan Prabowo-Sandiaga di Pilpres 2019.

Kebulatan tekad bersama memperluas dukungan ke masyarakat dan organisasi, kata tokoh aktifis pergerakan Kalimantan ini, dilakukan berdasarkan semangat perjuangan dan kecintaannya terhadap Letjen (Purn) H. Prabowo Subianto, dan masyarakat Kalimantan Selatan pada khususnya.

"Kami bekerja semaksimal mungkin untuk memenangkan bapak Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno pada Pilpres 2019, dan kami pastikan perjuangan kami ini mendapat dukungan dari masyarakat Kalsel khususnya pada pada umumnya rakyat Indonesia. Apalagi pasangan Parbowo-Sandi ini sudah mendapat restu dan dukungan penuh dari Ijtima Ulama serta sejumlah tokoh nasional. Insya Allah demi bangsa dan rakyat Indonesia, Prabowo Subianto dan Sandiaga akan memimpin bangsa akan datang ini", ucap Aspihani kepada sejumlah wartawan yang meliput nya.

Aspihani memastikan, pihaknya bisa memenangkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno dalam kancah demokrasi pada Pilpres 2019. "Khusus Kalsel saya pastikan Prabowo-Sandiaga menang di Pilpres 2019 mendatang ini," ucapnya berapi-api seraya mengepalkan tangan keatas dengan mengucapkan takbir Allahu Akbar seraya di iringi rekan-rekannya.(@tim)

Sabtu, 11 Agustus 2018

GARDU PRABOWO Kalsel Tekad Menangkan Prabowo-Sandiaga Di Pilpres 2019




KALSEL. Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Dukung Prabowo (Gardu Prabowo) Kalimantan Selatan menggelar jumpa pers di restaurant Soto Kuin Abang Suhai, Jalan Veteran Banjarmasin.

Ketua DPD Gardu Prabowo Kalsel H Aspihani Ideris pada kesempatan ini memaparkan kesiapan pihaknya untuk menjalin kerjasama dan merapatkan barisan untuk memenangkan Pasangan Capres dan Cawapres Prabowo-Sandiaga Uno yang mendaftarkan diri ke KPU RI kemarin (Jum’at, 10/8/2018).

“Sejak terbentuk tahun 2013, GARDU Prabowo Kalsel sudah membentuk 11 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan,” jelasnya, Sabtu (11/8/2018).

Selanjutnya Aspihani Ideris juga menyampaikan alasan -alasan mengapa pihaknya memilih Prabowo-Sandiago Uno agar terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2019-2024.

Menurut Dosen Fakultas Hukum UNISKA Banjarmasin ini memaparkan diantaranya, karena untuk Indonesia yang lebih berdaulat dari segi ekonomi dan pemerintahan, serta tidak ada campur tangan asing.

“Kami yakin rakyat Indonesia akan sejahtera dan pemerintahan akan berjalan dengan baik, serta penegakan hukum yang juga lebih baik,” pungkasnya.

Aspihani menyatakan, kemenangan Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019 mendatang ini merupakan harga mati. “Apapun alasannya, Prabowo-Sandi wajib menang di Pilpres 2019 mendatang ini. Itu akan kami perjuangan dengan penuh semangat,” tukasnya.

Bukan hanya kader Partai, ia menjelaskan, elemen masyarakat berbagai profesi dan akademisi juga masuk didalam kepengurusan GARDU Prabowo. Karena ini bukan sayap Parpol melainkan ormas yang didirikan langsung oleh prabowo sendiri pada tahun 2008, “Didirikannya Gardu Prabowo ini untuk menghantarkan Prabowo sebagai Presiden Republik Indonesia. Inti nya GARDU Prabowo terbuka untuk berbagai kalangan,” ucap Aspihani.

Disinggung mengenai Sandiaga Salahuddin Uno mendampingi Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden 2019 akan datang in, pencetus Pemekaran Kabupaten Gambut Raya ini mengapresiasi kepada Balon Wakil Presiden Sandiaga Salahuddin Uno yang gentleman mengundurkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Dari itu, iapun meminta Presiden Joko Widodo untuk meniru sikap Sandiaga Salahuddin Uno yang mundur dari jabatannya sebagai Wakil Gubernur  DKI Jakarta ini, suguh Aspihani.

Aspihani meminta Jokowi juga mundur dari jabatannya sebagai Presiden RI, karena sudah mendaftar sebagai Calon Presiden sama seperti halnya Sandiaga Uno yang mengundurkan diri dari jabatan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Pengunduran ini sebagai bentuk transparansi dan independensi para calon dalam berkompetisi, sehingga jangan ada pemanfaatan lembaga maupun institusi negara pada Pilpres 2019 akan datang ini," cetus Aspihani menegaskan.

Diketahui dalam Jumpa Pers tersebut terlihat hadir ada beberapa tokoh Partai Politik pengusung dan pendukung, diantaranya Rifka Jaya (PAN), Saleh Saberan (PBB), Atpriani (Demokrat) dan lain-lainnya. Juga dihadiri oleh Humas FPI Kalsel Anang Tony dan beberapa tokoh LSM Kalsel seperti Badrul Ain Sanusi Al Afif, Hilmi Hamsy, Kastalani dan lain-lainnya.

Diketahui untuk Pengurus Pimpinan Nasional Gerakan Rakyat Dukung Prabowo (Gardu Prabowo) Pusat, sebagai Ketua Umum Gardu Prabowo adalah Sugiono, S.E., M.M., M.BA. dan Sekretaris Jenderal nya adalah Dr. Hamzah Palalloi, S.H., M.I.KOM, serta Dewan Pembina nya H. Prabowo Subianto sendiri. Sedangkan untuk Ketua Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Rakyat Dukung Prabowo (Gardu Prabowo) Provinsi Kalimantan adalah Aspihani Ideris, S.A.P., S.H., M.H. dibantu Sekerataris nyaDr. Drs. Abdul Sani, M.Pd dengan Dewan Penasehat H. Syahrani (Pambakal Isyah Tambarangan). (TIM)

Kamis, 17 Mei 2018

Tiga Saksi Pemprov Kalsel Sebut, Dasar Pencabutan Sebuku Group Dipicu Demo





 
HABAR BANUA KALSEL. Memasuki awal Puasa bulan Ramadhan 1439 Hijriyah, sidang gugatan Sebuku (Silo) Group terhadap Gubernur Kalsel Sahbirin Noor tetap bergulir di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Banjarmasin. Dalam rangka menguji gugatan yang dilakukan oleh PT Sebuku Sejaka Coal, PT Sebuku Batubai Coal, dan PT Sebuku Tanjung Coal atas tiga surat keputusan (SK) gubernur atas pencabutan izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP- OP), pihak tergugat Gubernur Kalsel Sahbirin Noor akhirnya mengajukan tiga orang saksi fakta pada siding yang berlangsung Kamis (17/05/2018).

Tiga orang saksi fakta yang dihadirkan oleh tim Kuasa Hukum Gubernur Kalsel Sahbirin Noor tersebut adalah Siswansyah, yang merupakan Staf Ahli Bidang Pemerintahan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, aktivis LSM kontra terhadap pertambangan Muhammad Erfan yang juga merupakan Ketua Panwaslu Kotabaru, serta Hendarto dari Dinas ESDM Propinsi Kalimantan Selatan.

Dalam kesaksian tiga orang saksi dari kubu tergugat ini, memang tidak ada fakta baru yang terungkap di persidangan PTUN Banjarmasin. Semua saksi ini satu kata menolak aktivitas tambang di Pulau Laut Kabupaten Kotabaru. Sebaliknya, tim pengacara Sebuku Group selaku penggugat mencecar berbagai pertanyaan terhadap para saksi ini untuk menggali hal yang baru. Namun ketiga orang saksi yang dihadirkan oleh pihak Gubernur Kalsel tersebut terlihat merasa kebingungan menjawab ceceran pertanyaan dari pihak Kuasa Hukum Penggugat.

“Seharusnya, pencabutan IUP-OP klien kami itu dikuatkan adanya pernyataan dari masyarakat yang menolak tambang itu diperjelas. Itu yang harus digali. Ini mengapa kami keberatan dengan tiga saksi yang diajukan pihak tergugat,” ucap Yusuf Pramono, Kuasa Hukum Sebuku Group.

Pengacara dari kantor hukum Ihza & Ihza Law Firm mengatakan yang perlu digali adalah apakah selama ini Bupati Kotabaru yang memiliki kewenangan untuk menerbitkan izin pertambangan, kemudian mencabutnya karena ada penolakan dari segelintir masyarakat sebagai dasar pengambilan keputusan. “Ternyata, setelah digali tidak ada izin perusahaan tambang yang dicabut atas dasar penolakan masyarakat. Kami menilai yang mencuat hanya klaim-klaim saja,” kata Yusuf.

Dari itu semua, menurutnya jika alasan penolakan masyarakat dijadikan dasar pencabutan izin, justru akan sangat riskan. Mengapa? Menurut Yusuf, jika sebuah perusahaan tengah menjalankan aktivitas, tiba-tiba ada lawan atau saingan usaha menggerakkan demo kemudian hearing, lalu izin perusahaan dicabut pemerintah daerah. “Ini namanya tidak ada kepastian hukum bagi aktivitas perusahaan untuk berinvestasi,” ucap Yusuf.

Klaim yang disampaikan Yusuf ini langsung dibantah oleh Asisten I Pemerintahan Setdakprov Kalsel Siswansyah. Menurut dia, pencabutan IUP-OP oleh Gubernur Kalsel untuk tiga perusahaan tambang Silo Group itu justru ditopang banyak dasar pertimbangan. “Salah satunya adalah hasil kajian lingkungan yang dilakukan akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan itu semua termasuk aspirasi masyarakat,” tegas Siswansyah.

Ia menegaskan aspirasi yang disuarakan masyarakat Kotabaru itu murni tanpa ditunggangi kepentingan lain dan kajian dampak lingkungan dari para akademisi. “Jadi, tidak ada tiba-tiba gubernur mencabut izin usaha pertambangan,” ujar Siswansyah.

Menurut dia, langkah-langkah yang diambil Pemprov Kalsel sudah melalui dan sesuai mekanisme yang berlaku, sebelum hasil akhir disampaikan ke Gubernur Sahbirin Noor untuk mengambil keputusan dengan mencabut tiga IUP-OP perusahaan tambang Sebuku Group tersebut, papar Siswansyah. (***)

Jumat, 16 Maret 2018

Aspihani Dibesarkan Dari Kalangan Pendidik Agama Islam


Foto : Aspihani di Makkah
Foto : Aspihani di Madinah 

HAJI Aspihani Ideris terlahir anak paling bungsu dari dua bersaudara se ayah se ibu dengan Kastalani Ideris. Ayah nya Aspihani ini bernama Haji Muhammad Ideris atau yang dikenal dengan sebutan Guru Ideris. Aspihani dilahirkan di Kampung Sungai Asam, Desa Gudang Hirang, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, tepatnya pada hari Kamis, tanggal 23 Januari 1975. Ayahnya adalah seorang Ulama / Tuan Guru (Guru Agama) dan juga seorang pensiunan tenaga pengajar di SDN Budi Utama, sekarang bernama SDN Gudang Hirang 1 di dan juga seorang Guru Agama Penceramah dalam sebuah majelis dalam Wilayah Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Selain itupula juga diketahui ayahda Aspihani ini juga seorang pejuang kemerdekaan Republik Indonesia, di saat zaman penjajahan ayahda Aspihani ini di kenal oleh para pejuang sebagai Komandan Pasukan "LASKAR GAIB" yang bermarkas di Pandauan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan. 


Dari keterangan yang didapatkan penulis, tutus keturunannya adalah Aspihani Ideris bin Haji Muhammad Ideris bin Haji Abdurrasyid (Tuan Guru Abdurrasyid) bin Kumau bin Tukus bin Abdullah Assegaf bin Alwi bin Ali sampai ke nasab Umar bin Thoha bin Umar Ash-Shofi bin Abdurrahman bin Muhammad bin Ali bin Syyidina Syekh Al-Imam Al-Qutub Abdurrahman Assegaf (Pertama kali mendapat gelar Assegaf) bin Syekh Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi bin Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali Walidil Faqih bin Muhammad Shahib Murbath bin Ali Khala' Ghasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi Alawiyyin bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa Arrumi bin Muhammad An-Nagieb bin Ali Al-Uraidhy bin Ja'far Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Bagir bin Al-Awsat (Imam Ali Zainal 'Abidin) bin Sayyidina Husein (Al Imam Husein Radhiyallahu Anhu) bin Ali bin Abi Thalib (Karramallah Wajhah) dan Sayyidah Fatimah Az-Zahra (Radhiyallahu Anha) binti Rasulullah Wannabiyullah Muhammad SAW. Dengan asal usul dari garis keturunan berasal dari negeri Yaman Timur Tengah dengan darah campuran Arab-India.


Ayahnya Aspihani Ideris ini dikenal dikalangan masyarakat sekitar dengan sebutan Tuan Guru Ideris atau Guru Ideris yang wafat pada tahun 1994. Kalau dilihat dari nasabnya bermarga Assegaf, Aspihani merupakan zuriat keturunan Rasulullah Shaallallahu 'Alaihi Wassalam (SAW) melalui nasab Imam Sayyidina Husien bin Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fatimah Az-Zahra. Namun informasi yang didapatkan penulis, hal tersebut sejak dari Datuknya Aspihani sendiri nasab habaib itu disembunyikan dengan alasan yang tidak diketahui oleh penulis.

Diketika penulis mempertanyakan kepada Aspihani tentang keburuntungan memiliki zuriat berasal dari keturunan Nabi Muhammad SAW. Ia menjawab, zuriat Rasulullah tersebut tidak dapat menjamin dirinya masuk surga, jadi sebagai zuriat Rasulullah jangan selalu membanggakan diri sehingga diri kita menjadi sombong yang mengakibatkan hatinya busuk. Ada sebuah hadits nabi, Rasulullah mengatakan bahwa beliau (Nabi Muhammad) saja tidak bisa menjamin anak beliau Siti Fatimah masuk surga, apalagi hanya keturunan cucu-cucu dan cicit-cicit beliau saja, namun menurut Aspihani yang bisa menolong seseorang masuk surga itu adalah amal kebaikan dan hati yang sholeh selama hidup didunia.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Malik Al-Asy‘ari, ia berkata bahwa Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam Bersabda, “Sesungguhnya Allah tidak memandang kepada pangkat-pangkatmu dan tidak pula kepada nasab-nasabmu dan tidak pula kepada tubuhmu, dan tidak pula kepada hartamu, akan tetapi, memandang kepada hatimu. Maka barang siapa mempunyai hati yang shaleh, maka Allah belas kasih kepadanya. Kamu tidak lain adalah anak cucu Adam. Dan yang paling dicintai Allah di antara kamu ialah yang paling bertakwa.” dan juga ada Firman Allah SWT dalam QS. Al Hujurat ayat 13 berbunyi " Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.” ujar Aspihani mengutif sebagaimana menirukan ucapan ayahnya disaat masih hidup.

Selain itu Aspihani juga sempat mengatakan kepada penulis, bahwa manusia ini sama disisi Allah SWT, yang membedakan itu adalah akhlak budi pekertinya sendiri. Dengan akhlak yang baik, sehingga seseorang itu bisa Tawaddu kepada Allah SWT. "Sehebat apapun diri kita ini, janganlah pernah merendahkan orang lain. Siapa tau orang yang kau anggap rendah itu lebih mulia dan hebat hatinya dari kita sendiri," ucapnya kepada penulis.

Selanjutnya Aspihani menuturkan, bahwa Allah SWT itu hanya memandang seorang hamba dari kualitas iman dan ketaqwaannya. Jadi dalam hidup ini kita perbanyak amal ibadah, karena amal hamba yang pertama kali akan dihisab pada hari kiamat adalah Shalat. Apabila Shalatnya baik, dia akan mendapatkan keberuntungan dan keselamatan serta sebaliknya. Kemuliaan seseorang di pandangan Allah  bukan hanya dilihat dari sisi lahirnya saja seperti bentuk rupa yang cantik atau tampan, harta yang belimpah, keturunan yang baik dan seterusnya, akan tetapi Allah  hanya melihat amal hati seperti keikhlasan, rasa khauf, ketundukan dan juga amal anggota badan seperti diwajibkan oleh Allah SWT untuk mengerjakannya. Intinya garis keturunan seseorang itu tidak akan bisa menyelamatkannya kelak pada hari kiamat, ucapnya.

Ibunda dari Aspihani Ideris ini bernama Hajjah Rukiah yang juga berstatus seorang tenaga pengajar berstatus Pensiunan Pegawai Negeri Sipil. Beliau mengajar di SDN Budi Sekawan yang sekarang di kenal dengan nama SDN Gudang Hirang 4. Hajjah Rukiah ini terakhir mengajar di MIS Al-Hikmah Sungai Tabuk Kota hingga akhirnya beliau pensiun di tahun 2006 dan meninggal dunia di tahun 2008. Makam kedua orang tua Aspihani ini terletak di pemakaman keluarga di Kampung Handil Buluan Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

Semasa kecil Aspihani Ideris ini merupakan seorang anak yang tumbuh dan dibesarkan dari keluarga sederhana di Kampung Sungai Asam Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Propinsi Kalimantan Selatan. Sejak kecil dia sudah terbiasa dengan hidup sederhana dan seadanya. Aspihani ini hidup di dalam keluarga yang taat beragama, karena kedua orang tuanya merupakan guru agama baik di sekolah maupun di kampung.

Oleh karenanya, diusia belia Aspihani dididik orang tuanya untuk mandiri. Menurut informasi yang dapat digali penulis, Aspihani di usia belia pernah menjadi pedagang sayur keliling, jualan es (es giru) pun pernah dilakoninya. Disaat ke Sekolah semasa Sekolah Dasar, Aspihani membawa dagangannya yakni es giru yang berbentuk lilin ke sekolah tempat dia mengecap pendidikannya. Bahkan tanpa merasa malu, sepulang sekolah pun ia sering berjualan sayur-sayuran dan es giru keliling. Sekokahnya dua kali sehari, pagi di SDN Budi Sekawan / SDN Gudang Hirang 4, dan sore harinya ia mengecap pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Diniyah di Sungai Madang wijayah Desa Gudang Hirang juga. Kendati hidupnya pas pasan, Aspihani, anak yang cemerlang, berprestasi dalam pendidikan dan organisasi, dari sekolah hingga menjadi mahasiswa.

Jenjang pendidikan Aspihani adalah berawal dari SDN Gudang Hirang 3 (SDN Angsana) pindah ke SDN Gudang Hirang 4 (SDN Budi Sekawan) dan juga Madrasyah Ibtidaiyah Diniyah di Sungai Madang dan melanjutkan pendidikannya di Pondok Pesantren Al-Falah Putra Banjarbaru (1998-1990), namun menyelesaikan pendidikan Madrasyah Tsanawiyah nya di MTs Raudhatussubban Sungai Lulut dengan melanjutkan pendidikan tingkat atas di Madrasyah Allah Negeri (MAN-1 Banjarmasin) dengan melanjutkan sempat di Pondok Pesantren Darul Ulun Jombang dan dilanjutkan ke Pondok Pesantren Datuk Kalampaian Bangil - Jawa Timur hingga menyelesaikan pendidikan Program Magister Hukumnya di Universitas Islam Malang (UNISMA) Malang - Jawa Timur di tahun 2011. Dan juga ia tercatat sebagai Mahasiswa Program Doktor / Strata 3 di Universitas Sultan Agung - Semarang Jawa Tengah.

Sejak tahun 1997 sampai tahun 2004 Aspihani menyumbangkan ilmunya sebagai tenaga pengajar di Madrasah Ibtidaiyah Jannatusyibyan dan sebagai Guru Pendidikan Agama Islam di SDN Gudang Hirang 3 dari tahun 2001 sampai 2004 yang merupakan wilayah Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Kerena ikut dalam pencalonan anggota legeslatif di tahun 2004 Aspihani dan menduduki jabatan sebagai anggota DPRD Banjar 2004-2009, Aspihani mengundurkan diri sebagai tenaga pengajar saat itu.

Informasi yang digali penulis kepada beberapa tokoh, disaat Aspihani menjabat sebagai anggota DPRD Banjar, ia benar-benar memperjuangkan Daerah Pemilihannya dengan segenap kemampuannya, sehingga pembangunan infrastruktur dizamannya selalu diperhatikan.

"saya salut dengan Aspihani, ia benar-benar berjuang untuk daerah pemilihannya. Jalan dan jembatan banyak dibangun hasil dari buah perjuangannya. Faktanya, seperti rehab jembatan gantung dan jalan di desa kami ini, pak Aspihani yang perjuangkan. Dan banyak lagi jalan di desa lainnya juga, seperti perbaikan jalan (cor semen) jalan di desa Sungai Pinang Lama ke Lok Baintan sampai ke Desa Sungai Bakung merupakan buah perjuangan beliau. Dan masih banyak lagi yang tidak cukup dengan tulisan di media ini pemuatannya. Intinya Aspihani merupakan putra terbaik Sungai Tabuk khususnya," papar Pambakal Lok Buntar, Khusairi kepada penulis.  

Puluhan organisasi ia pimpin, dan kepercayaan yang di berikan kepada Aspihani untuk memajukan berbagai organisasi kemasyarakatan itupun ia emban dengan sepenuh hatinya. Tahun 1996-1999, ia pernah memimpin sebagai Ketua Umum Ikatan Guru Honorer Madrasyah Ibtidaiyah/Diniyah se Kalimantan Selatan. Dan juga sejak tahun 2003 sampai tahun 2013 Aspihani Ideris dipercayakan menduduki sebagai Ketua Umum Masjid Khairullah Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan. Dimasa kepemimpinannya, walaupun banyak penolakan dari tokoh agama di Sungai Lulut, Aspihani tetap memberanikan merehabilitasi total masjid Khairullah tersebut. Dan alhasil, sekarang masjid Khairullah yang terletak di Kelurahan Sungai Lulut Km. 7,900 itu telah berdiri tegak, kokoh dan megah serta dapat menampung jemaah ratusan orang.

"Saya prideksi lima tahun kedepan Desa Sungai Lulut ini menjadi daerah terpadat se kecamatan Sungai Tabuk. Jika masjid ini tidak di rehab total, saya pastikan 5 tahun kedepan jamaah yang ingin beribadah di masjid ini akan membludak dan kapasitas masjid tidak bisa memenuhi nya lagi," ucap Aspihani disaat rapat Panitia Masjid Khairullah pertama kali di ruang induk masjid Khairullah dihadapan puluhan para tokoh dan warga Sungai Lulut Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan.

Diketahui, Aspihani juga berprofesi sebagai advokat / pengacara dan juga ia diketahui seorang aktifis yang terkenal di Kalimantan. Ia memimpin berbagai organisasi kemasyarakatan, diantaranya Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) bernama Lembaga Kerukunan Masyarakat Kalimantanyang disingkat LEKEM KALIMANTAN sejak tahun 2009 sampai sekarang. Selain aktif dalam dunia aktifis, Aspihani juga aktif sebagai tenaga pengajar di Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin sejak tahun 2016 sampai sekarang di Fakultas Hukum.

Berbagai organisasi kemasyarakatan di Kalimantan Selatan juga dipimpinnya. Intinya seorang Aspihani Ideris ini sangat dikenal di khalayak para aktifis di Kalimantan. Karena ia kami anggap merupakan bagian dari Aktifis Senior dan dikenal sangat berani memperjuangan aspirasi masyarakat. Diketahui saat ini, Aspihani sangat gencar berjuang dan memperjuangkan Penuntutan Pemekaran Daerah, yakni memperjuangkan pemekaran Kabupaten Gambut Raya dari Kabupaten Induk Kabupaten Banjar Propinsi Kalimantan Selatan.

Walaupun berdomisili di Desa Gudang Hirang Kecamatan Sungai Tabuk Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan, tokoh muda Kalimantan ini tinggal di Banjarmasin dan memiliki seorang istri yang cantik bernama Normilawati (Sarjana Ekonomi) dan memiliki 3 orang anak perempuan yang cantik-cantik.

Penulis: Muhammad Hatim Darmawi
Wartawan: Pemburu Fakta
Mengutif relesan pemberitaan Media PEMBURU FAKTA

Senin, 12 Maret 2018

Ban truk Meledak Akibatkan Aktivis Kalsel Terpental







Nasib apes dialami oleh salah satu tokoh LSM Kalimantan Selatan. Pasalanya sekira pukul 10:11 Wita terjadinya sebuah kecelakaan mobil truk bak kayu dengan Nomor Pilisi DA 1502 AJ.

Kronoligisnya, tepatnya dijalan A. Yani Km. 4,500 Banjarmasin tiba-tiba ban depan sebelah kiri meledak dan terlepas dari badan truk tersebut. Dan akhirnya ban truk tersebut terlempar mengenai pengendara motor disamping kiri arah ke luar Kota. Di ketahui pengendara motor tersebut ternyata salah satu aktvis LSM , ujar salah satu security hotel BM mengatakan kepada wartawan suarakalimantan.com yang nananya minta tidak disebutkan.

“Itu pengedara sedang istirahat di pos securty hotel BM, ter lihat dan dapat kurasakan kaki sebelah kanan aktivis LSM itu seperti sangat sakit, begitu juga dengan keponakan aktivis yang berboncengan naik motor nya juga kakinya kelihatan cukup sakit, ini KTP dan surat lainnya milik sopir itu saya sita sementara,” tutur security tersebut, Senin (12/3).

Sementara saya sita KTP dan surat lainnya milik sopir truk tersebut, karena ban truk tersebut juga mengenai lampu tanda masuk hotel, dan juga dengan harapan sopir yang ketahui membawa muatan sangat berat itu supaya bertanggung jawab, ujar securty tersebut berujar kepada wartawan.

Diketahui Sudirman warga Jalan Nilam Raya I No. 11 Komp. Griya Permata RT. 010 RW. 003 Handil Bakti Barito Kuala merupakan sopir truk bak kayu pengangkut sparepart milik PT Sumber Berlian Motors yang beralamat di jalan Ahmad Yani Kilometer 10 Kecamatan Kertak Hanyar Kabupaten . Dan aktifitas LSM tersebut bernama Aspihani Ideris berboncengan bersama Heri Sandi Wahyuni yang merupakan keponakan dari tokoh LSM KalSel tersebut.

Aspihani Ideris disaat ditemui wartawan suarakalimantan.com menyatakan, kecelakaan ini bagian kecil dari ujian dan musibah yang Allah berikan kepada dirinya, “Ya ini hanya sebagian kecil aja ujian dan musibah yanlg diberikan Allah kepadaku. Ya cukup sakitlah kaki sebelah kanan ini, begitu juga keponakan saya itu kakinya dipastikan cukup sakit,” paparnya kepada wartawan.

Insya Allah kami akan ke tukang urut untuk membetulkan kaki kami yang mungkin keselio, mengenai motor milik nya, Aspihani mengatakan bahwa selebor depan motornya pecah dan pelang bintang bagian depan motornya pilas dan jalannya agak seperti naik kuda, “Ya kita aturlah secara kekeluargaan, Insya Allah pak Suparman berkenan membantu semampu beliau untuk membantu saya. Namun jika beliau tidak mampu ya saya ikhlaskan saja,” tutur dosen fakultas UNISKA ini. ****